CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 10 Februari 2010

Respiratory System In Human

1. Organs Of The Consistuent Respiratory System In Human
Organ Penyusun Sistem Pernapasan Pada Manusia

A. Nose (Nasal Cavity)
Hidung (Rongga Hidung)
Nasal cavity are the two narrow channels that are supported by a few bones.
In the nasal cavity mucous membrane and have nose hair. With the hair and mucous membranes of the nose, air enters or inhaled by the nose will be safer than the air entering through the mouth.


Rongga hidung merupakan dua saluran sempit yang disangga oleh beberapa tulang. Di dalam rongga hidung terdapat selaput lendir dan rambut hidung. Dengan adanya selaput lendir dan rambut hidung, udara yang masuk atau dihirup oleh hidung akan lebih aman dari pada udara yang masuk melalui mulut
.
Nostril hair and mucus have the following function.
a. To filter out dust and germs that go with the air. Nose hair pertikel function to filter large dust, while the mucous membrane serves to capture fine dust and bacteria that entered with the air. Dirt in the nose is the result of filtering the nose hair and mucus membranes.
b. To adjust the temperature with body temperature
c. To set the incoming air humidity
Rambut hidung dan selaput lendir mempunyai fungsi sebagai berikut.
a. Untuk menyaring debu dan kuman-kuman yang masuk bersama udara. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring pertikel debu yang besar, sedangkan selaput lendir berfungsi untuk menangkap debu halus dan bakteri yang masuk bersama udara. Kotoran yang berada di dalam hidung merupakan hasil dari penyaringan rambut hidung dan selaput lendir tersebut.
b. Untuk menyesuaikan suhu udara dengan suhu badan
c. Untuk mengatur kelembapan udara yang masuk
B. Larynx
Laring (Pangkal Tenggorokan)
Larynx, or voice box (voicebox), is the organ in mammals that protects the neck and the trachea was involved in voice production. Larynx contains the vocal cords (vocal cord) and located in areas where the separate cavity into the trachea and esophagus. Structure of the larynx is composed of cartilage bound by ligaments and muscles.
Inflammation or infection of the larynx is called laryngitis
Laring, atau kotak suara (voicebox), adalah organ pada leher mamalia yang melindungi trakea dan terlibat dalam produksi suara. Laring mengandung pita suara (vocal cord) dan berada pada daerah di mana rongga atas terpisah menjadi trakea dan esofagus. Struktur laring umumnya terdiri dari tulang rawan yang diikat oleh ligamen dan otot.
Peradangan atau infeksi pada laring disebut laringitis
C. Trachea
Trakea (Batang Tenggorokan)
The trachea is a tube which has a diameter of about 20-25 mm and a length of approximately 10-16 cm. The trachea is the larynx and main bronchi terbifurkasi be in mammals, and from the pharynx to syring in birds, which is the entrance of air into the lungs.
Trakea adalah tuba yang memiliki diameter sekitar 20-25 mm dan panjang sekitar 10-16 cm. Trakea terletak dari laring dan terbifurkasi menjadi bronkus utama pada mamalia, dan dari faring ke syring pada burung, yang merupakan jalan masuk udara menuju paru-paru.
D. Lung
Paru-paru
The lungs are the organs in the respiratory system (respiration) and is associated with the circulatory system (circulatory) vertebrates that breathe air. Its function is to exchange oxygen from air with carbon dioxide from the blood. The process is called "external respiration" or breathing. The lungs also have nonrespirasi function. Medical terms associated with lung often start in pulmo-, from the Latin word for pulmones lungs.
Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengansistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara. Fungsinya adalah menukar oksigenoksige dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Istilah kedokteran yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai di pulmo-, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.
2.Respiratory Mechanism
Mekasinisme Pernapasan
Breathing is a process that occurs automatically in a state of falling asleep even though karma respiratory system is affected by the autonomic nervous system.
According to the site of the respiratory gas exchange can be divided into 2 types, namely breathing in and breathing out.
Breathing out is the air exchange that occurs between the air in the alveoli with blood in the capillary, while breathing in the breath that occurs between the capillary blood to the body cells.
Sign out air in the lungs is influenced by differences in air pressure in the chest cavity with air pressure outside the body. If the pressure outside the chest cavity is greater then the air will enter.
Conversely, if the pressure in the chest cavity is greater then the air will come out.
In connection with the organs involved in the entry of air (inspiration) and the expenditure of air (expiration) the breathing mechanisms are distinguished into two kinds, namely chest breathing and abdominal breathing. Chest and abdominal breathing occur simultaneously.
a. Breathing Chest
Chest breathing is the respiratory muscles antartulang involving ribs. Mechanism can be distinguished as follows.

1. Phase of inspiration. This phase of muscle berkontraksinya ribs so antartulang enlarged chest cavity, as a result of pressure within the chest cavity becomes smaller than the pressure outside so that outside air into oxygen-rich.
2. Expiratory phase. This phase is the phase or the return of muscle relaxation between the ribs into position followed by a decline in the ribs so that a small chest cavity. As a result, the pressure inside the chest cavity becomes larger than the outside pressure, so that the air in the chest cavity-rich carbon dioxide out.
b. Abdominal Breathing
Abdominal breathing is a mechanism involving the respiratory muscles activity limiting diaphragm and the abdominal cavity into the chest cavity.
Abdominal breathing mechanism can be divided into two stages namely as follows.
1. Inspiration phase. In this phase, the diaphragm muscles to contract so that the diaphragm is flattened, consequently expanding the chest cavity and the pressure becomes small so that outside air inside.
2. Expiratory phase. Expiratory phase is the phase of the diaphragm berelaksasinya (back to its original position, expands) so that the chest cavity decreases and the pressure becomes larger, consequently the air out of the lungs.
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karma sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam. Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler, sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar. Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
a. Pernapasan Dada Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar. Gambar 1 Mekanisme inspirasi dan ekspirasi pada manusia
b. Pernapasan Perut Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai berikut.
1. Fase Inspirasi. Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar, akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk.
2. Fase Ekspirasi. Fase ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.
3. Disorders And Diseases In Respiratory System
Kelainan Dan Penyakit Pada Sistem Pernapasan
Oxygen circulation system required by the human body could experience disorder accompanied by explanations or definitions of terms such that short:

1. Abnormalities / disorders / Respiratory Diseases

a. Narrowing of the airways due to asthma or bronchitis. Bronkis caused by bronchial mucous fluid, surrounded by inflammation and the asthma is airway narrowing due to smooth muscle in the respiratory tract having contractions that interfere with the airway.
b. Sinusitis, the inflammation of the upper nasal cavity.
c. Renitis, is the inflammation of the nasal disorders.
d. Swollen lymph nodes around the pharynx and nasal airway narrowing. Patients generally prefer to use my mouth to breathe.
e. Pleuritis, which is inflammation of the membrane covering the lungs or pleura is called.
f. Bronchitis, the inflammation of the bronchi.

2. Abnormalities / disorders / disease alveolar walls

a. Pneumonia / pneumonia, is a bacterial infection that causes pneumonia diplococcus inflammation of the alveolar walls.
b. TB / TB, a disease caused by bacillus yangmengakibatkan rash on the alveolar walls.
c. The entry of water into the alveoli.

3. Abnormalities / disorders / diseases Air Transportation System

a. Contamination of CO gas / carbon monoxide or the CN / cyanide.
b. Levels of hemoglobin / hemoglobin is less in the blood causing the body lacks oxygen or alias anemia anemia.
Sistem peredaran oksigen yang diperlukan oleh tubuh manusia bisa mengalami gangguan atau kelainan disertai penjelasan pengertian atau definisi singkat yaitu seperti :
1. Kelainan/Gangguan/Penyakit Saluran Pernapasan
a. Penyempitan saluran pernafasan akibat asma atau bronkitis. Bronkis disebabkan oleh bronkus yang dikelilingi lendir cairan peradangan sedangkan asma adalah penyempitan saluran pernapasan akibat otot polos pada saluran pernapasan mengalami kontraksi yang mengganggu jalan napas.
b. Sinusitis, adalah radang pada rongga hidung bagian atas.

c. Renitis, adalah gangguan radang pada hidung.
d. Pembengkakan kelenjar limfe pada sekitar tekak dan hidung yang mempersempit jalan nafas. Penderita umumnya lebih suka menggunakan mulut untuk bernapas.
e. Pleuritis, yaitu merupakan radang pada selaput pembungkus paru-paru atau disebut pleura.
f. Bronkitis, adalah radang pada bronkus.
2. Kelainan/Gangguan/Penyakit Dinding Alveolus
a. Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.
b. Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
c. Masuknya air ke alveolus.
3. Kelainan/Gangguan/Penyakit Sistem Transportasi Udara
a. Kontaminasi gas CO / karbon monoksida atau CN / sianida.
b. Kadar haemoglobin / hemoglobin yang kurang pada darah sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah alias anemia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar